BAB 8.1 – FUNCTION (FUNGSI) DALAM PHP
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini, peserta didik diharapkan mampu:
- Menjelaskan pengertian function.
- Memahami manfaat penggunaan function.
- Membuat function sederhana.
- Memanggil function dari berbagai bagian program.
- Memahami alur eksekusi function.
- Menerapkan function dalam berbagai studi kasus.
- Menulis kode yang lebih rapi, efisien, dan mudah dipelihara.
Pendahuluan
Bayangkan Anda diminta membuat aplikasi yang menampilkan judul website pada 50 halaman berbeda.
Tanpa menggunakan function, Anda mungkin menulis kode berikut pada setiap file:
echo "<h1>Sistem Informasi Sekolah</h1>";
Jika suatu hari judul website berubah menjadi:
Sistem Akademik SMK Negeri 1
Maka Anda harus mengubah 50 file satu per satu.
Cara seperti ini sangat tidak efisien.
Programmer profesional akan membuat sebuah Function, kemudian memanggilnya di mana pun diperlukan.
Apa itu Function?
Function adalah sekumpulan perintah (kode program) yang diberi nama sehingga dapat dipanggil kembali kapan saja.
Ilustrasi sederhana:
Program
│
├── Function Header()
├── Function Menu()
├── Function Footer()
├── Function Login()
└── Function HitungNilai()
Ketika program membutuhkan bagian tertentu, cukup memanggil nama function tersebut.
Mengapa Menggunakan Function?
Beberapa keuntungan menggunakan function antara lain:
1. Mengurangi Penulisan Kode Berulang (Reusability)
Kode cukup dibuat satu kali, kemudian digunakan berkali-kali.
2. Program Lebih Rapi
Daripada menulis ratusan baris kode dalam satu file, program dapat dibagi menjadi beberapa function sesuai tugasnya.
3. Lebih Mudah Diperbaiki (Maintenance)
Jika terjadi kesalahan pada suatu proses, cukup memperbaiki function terkait tanpa harus mencari di seluruh program.
4. Memudahkan Kerja Tim
Dalam proyek besar, setiap programmer dapat mengerjakan function yang berbeda sehingga pekerjaan menjadi lebih terstruktur.
5. Meningkatkan Keterbacaan Kode
Bandingkan dua contoh berikut.
Tanpa function:
echo "<header>Website Sekolah</header>";
echo "<nav>Menu</nav>";
echo "<footer>Copyright 2026</footer>";
Dengan function:
tampilkanHeader();
tampilkanMenu();
tampilkanFooter();
Contoh kedua jauh lebih mudah dipahami.
Anatomi Function
Sintaks dasar function adalah sebagai berikut:
function namaFunction()
{
// kumpulan perintah
}
Penjelasan:
function→ kata kunci untuk membuat fungsi.namaFunction→ nama fungsi yang dibuat.{ }→ berisi kumpulan perintah yang akan dijalankan.
Aturan Penamaan Function
Nama function sebaiknya:
- diawali huruf atau underscore (
_) - tidak menggunakan spasi
- menggunakan nama yang menggambarkan tugasnya
- konsisten menggunakan gaya penamaan
Contoh yang baik:
function hitungTotal()
function tampilkanProfil()
function cetakLaporan()
Contoh yang kurang baik:
function x()
function data1()
Function Pertama
Mari membuat function pertama.
<?php
function salam()
{
echo "Selamat Datang di Belajar PHP";
}
salam();
?>
Output
Selamat Datang di Belajar PHP
Bagaimana Function Bekerja?
Perhatikan kode berikut.
<?php
function salam()
{
echo "Halo Dunia";
}
echo "Program Dimulai<br>";
salam();
echo "<br>Program Selesai";
?>
Output
Program Dimulai
Halo Dunia
Program Selesai
Urutan eksekusi:
Program Dimulai
│
▼
Memanggil salam()
│
▼
Menjalankan isi Function
│
▼
Program dilanjutkan kembali
Function Dapat Dipanggil Berkali-kali
Salah satu keunggulan function adalah dapat digunakan berulang kali.
<?php
function garis()
{
echo "<hr>";
}
garis();
echo "Data Siswa";
garis();
echo "Nilai";
garis();
?>
Output:
Data Siswa
Nilai
Function Berisi Banyak Perintah
Sebuah function dapat berisi lebih dari satu perintah.
<?php
function biodata()
{
echo "<h2>Biodata Siswa</h2>";
echo "Nama : Andi<br>";
echo "Kelas : XI RPL<br>";
echo "Jurusan : Rekayasa Perangkat Lunak";
}
biodata();
?>
Studi Kasus 1
Header Website
<?php
function headerWebsite()
{
echo "<h1>SMK Negeri 1</h1>";
echo "<hr>";
}
headerWebsite();
echo "Selamat Datang";
?>
Studi Kasus 2
Footer Website
<?php
function footerWebsite()
{
echo "<hr>";
echo "Copyright © 2026";
}
echo "Isi Halaman";
footerWebsite();
?>
Studi Kasus 3
Menu Website
<?php
function menu()
{
echo "<ul>";
echo "<li>Home</li>";
echo "<li>Profil</li>";
echo "<li>Galeri</li>";
echo "<li>Kontak</li>";
echo "</ul>";
}
menu();
?>
Menggabungkan Beberapa Function
<?php
function headerWebsite()
{
echo "<h1>Website Sekolah</h1>";
}
function menu()
{
echo "<hr>";
echo "Home | Profil | Kontak";
echo "<hr>";
}
function footer()
{
echo "<hr>";
echo "Copyright 2026";
}
headerWebsite();
menu();
echo "<p>Selamat Datang</p>";
footer();
?>
Output:
Website Sekolah
Home | Profil | Kontak
Selamat Datang
Copyright 2026
Function di Dalam File yang Sama
Sebuah file PHP dapat memiliki banyak function.
<?php
function satu()
{
echo "Function Pertama";
}
function dua()
{
echo "Function Kedua";
}
function tiga()
{
echo "Function Ketiga";
}
satu();
echo "<br>";
dua();
echo "<br>";
tiga();
?>
Kapan Function Dieksekusi?
Function tidak akan berjalan ketika dibuat.
Function baru berjalan ketika dipanggil.
Contoh:
function halo()
{
echo "Halo";
}
Program di atas tidak menghasilkan output apa pun karena function belum dipanggil.
Harus ditambahkan:
halo();
Best Practice Programmer
1. Satu Function, Satu Tugas
Kurang baik:
function semuaPekerjaan()
{
// login
// simpan data
// cetak laporan
// kirim email
}
Lebih baik:
function login()
{
}
function simpanData()
{
}
function cetakLaporan()
{
}
function kirimEmail()
{
}
2. Gunakan Nama yang Jelas
Contoh:
function hitungNilai()
lebih baik daripada
function abc()
3. Hindari Function yang Terlalu Panjang
Idealnya satu function hanya menangani satu proses utama.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula
1. Lupa Memanggil Function
function halo()
{
echo "Halo";
}
Tidak menghasilkan output.
Harus:
halo();
2. Salah Penulisan Nama
function tampilData()
{
}
Tetapi dipanggil:
tampildata();
Meskipun PHP relatif toleran terhadap huruf besar/kecil pada nama fungsi bawaan, gunakan penulisan yang konsisten untuk menghindari kebingungan dan menjaga kualitas kode.
3. Membuat Satu Function Sangat Besar
Function dengan ratusan baris kode akan sulit dipelihara.
Lebih baik dibagi menjadi beberapa function kecil.
Studi Kasus Mini
Membuat Tampilan Website Sederhana
<?php
function headerWebsite()
{
echo "<h1>Website Sekolah</h1>";
}
function menu()
{
echo "<hr>";
echo "Beranda | Guru | Siswa | Kontak";
echo "<hr>";
}
function isi()
{
echo "<p>Selamat datang di website sekolah.</p>";
}
function footer()
{
echo "<hr>";
echo "Copyright © 2026";
}
headerWebsite();
menu();
isi();
footer();
?>
Dengan membagi program menjadi beberapa function, struktur kode menjadi lebih rapi, mudah dibaca, dan mudah dikembangkan.
Latihan Praktik
Latihan 1
Buat function bernama:
identitas()
yang menampilkan:
- Nama
- Kelas
- Jurusan
Panggil function tersebut sebanyak 3 kali.
Latihan 2
Buat function:
judulWebsite()
yang menampilkan judul website menggunakan tag <h1>.
Latihan 3
Buat tiga function:
headerWebsite()isiWebsite()footerWebsite()
Kemudian panggil secara berurutan sehingga membentuk tampilan halaman web sederhana.
Latihan 4
Buat function:
menuNavigasi()
yang menampilkan menu:
- Home
- Profil
- Artikel
- Galeri
- Kontak
menggunakan HTML <ul>.
Tugas Praktik Bab 8.1
Studi Kasus
Membuat Template Website Sekolah
Buat program yang terdiri atas lima function, yaitu:
headerWebsite()menuNavigasi()kontenUtama()sidebar()footerWebsite()
Ketentuan:
- Setiap function hanya mengerjakan satu tugas.
- Gunakan tag HTML agar tampilan lebih rapi.
- Panggil semua function sehingga menghasilkan halaman web sederhana.
- Tambahkan minimal lima menu pada navigasi.
- Tambahkan informasi sekolah pada bagian footer.
Tantangan (Opsional):
- Tambahkan CSS sederhana agar halaman terlihat lebih menarik.
- Pisahkan setiap function menggunakan garis horizontal (
<hr>). - Gunakan lebih dari satu file PHP dengan
includeataurequire(materi ini akan dibahas lebih lanjut pada bagian berikutnya).
